Sabtu, 18 Juni 2011

Kisah Classic

When he tried to get me, I tried to open my heart
When I belonged to him, I pray that he's the best and trying to believe all the promise, dreams can come true
When I couldn't find him a distinguished past and more likely to trust other people from the heart and feelings, I was sick but still trying to make things right again
 When he says " I don't love you anyomre " I let go and let go to get a better life for themselves
Gue cuma manusia biasa. Tidak pernah ingin menjadi wanita perfect, yang gue ingin hanya menjadi wanita apa adanya. Memberikan satu cinta dan satu hati hanya untuk satu orang pria. Dia adalah ' Anggi William Septianto ' seorang pria yang selama 5 bulan lebih telah mengisi hari-hari gue. Dimana gue selalu menginginkan pagi datang untuk sekedar melihat dia ataupun mendengar suara dia via ponsel. Dia tidak akan pernah tau sebesar apa rasa sayang yang gue miliki untuknya.
Gue pun jarang menunjukan semuanya lewat perkataan. ' Aku sayang kamu Anggi ' sebuah kalimat yang menurut gue sangat sulit untuk diucapkan. Tapi gue sadar gue benar-benar sayang dia. Maka dari itu gue selalu menunjukan rasa sayang untuk dia lewat perilaku. Banyak orang berkata " Apa salahnya mengucapkan suatu hal yang kita rasakan untuk benar-benar menunjukan rasa sayang yang kita miliki untuk seseorang? Bahkan dia pacar kita sendiri! " Mungkin beberapa orang sangat mudah mengucapkan kata sayang untuk pasangannya, lain hal nya dengan gue. Gue ga pernah mempunyai keberanian untuk mengucapkan kata sayang untuk pacar gue sendiri. Karena takut, yaa.. karena gue takut kehilangan orang yang benar-benar gue sayang.

Gue selalu menginginkan kebahagian untuk pacar gue sendiri. Sampai akhirnya, gue selalu meminta pendapat dengan beberapa teman gue. Dan hampir semuanya menjawab " Why not. Kenapa lo ga bisa mengucapkan sayang sama pacar lo sendiri Ya. Lo mau kehilangan dia tanpa dia tau kalo lo benar-benar sayang dia? " Hati gue menjawab " NGGA ! Gue ga mau kehilangan orang yang benar-benar gue sayang lagi. Cukup kemarin terakhir dan sekarang gue benar-benar mau mempunyai hubungan yang serius sama Anggi. Gue sayang Anggi dan gue mau Anggi tau kalo gue sayang Dia. Benar-benar sayang dia " Mulai dari situ gue berusaha berubah jadi Yaya yang ga cuek. Ingin menunjukan rasa sayang dengan perilaku dan ucapan. Akhirnya gue memberanikan diri untuk mengutarakan semua yang gue rasakan.

Tapi kenapa disaat gue mengutarakan semua yang gue rasakan selalu salah dimata nya? Apa karna omongan gue yang selalu ceplas ceplos yang ngebuat dia salah mengartikan semuanya? Mungkin omongan gue belom bisa membedakan mana yang pantas diucapkan ataupun tidak pantas diucapkan untuk membuat dia paham maksud gue yang sebenarnya. Entahlah.. semua itu selalu menjadi salah paham untuk hubungan gue dan Anggi.

Kadang gue ngerasa banyak omongan gue yang sulit dia dengar dan lebih memilih pendapatnya sendiri. Suatu malam dia telphone gue buat minta pendapat soal kerjaan. Gue sama sekali ga setuju dengan kerjaan yang akan dia ambil. Bukan karena pekerjaan ini sama sekali ga layak untuk seorang dia. Tapi gue yakin. Pekerjaan ini ga akan bertahan lama jika dia jalankan.Gue tetap pada pendirian gue bahwa gue ga setuju kalo dia bekerja di tempat ini. Dia berusaha membujuk supaya gue benar-benar mengijinkan dia bekerja di tempat tersebut. Awalnya dia nurut semua pendapat gue. Tapi besoknya dia telphone lagi dan tetap bersih keras ingin bekerja ditempat itu. Omongan dia yang kemarin kemana? Kesepakatan yang kemarin mana? Pendapat gue yang kemarin dia dengar kenapa dia rubah dengan mudahnya kaya gini?. Bertahan sampai berapa lama pun gue sama semua pendapatku juga dia tetap bersih keras sama pendiriannya. Akhirnya gue minta maaf dan membiarkan dia bekerja di tempat tersebut. Setelah dia bekerja jarang ada waktu untuk bertemu, sekedar cerita satu sama lain pun jarang. Dia sibuk dengan pekerjaannya. Gue ngerti dan harus ngerti karna keadaannya udah beda. Gue cewe nya. Gue harus bisa ngasih support sama cowo gue sendiri. Gue memutuskan untuk datang ketempat kerja nya, sekedar melepas rasa kangen dan bercerita satu sama lain. Ga ada beban sama sekali ketika gue main dan bertemu dengan dia ditempat kerja nya. Ga ada paksaan sama sekali yang menyuruh gue untuk datang dan melepas rasa kangen buat bertemu dia. Malah gue seneng bisa tau jadwal kerja dia ataupun sekali membantu dia ditempat kerja nya.

Setiap manusia memerlukan banyak teman untuk bisa membuat hidup nya berwarna. Memerlukan teman sebagai penghibur. Sama halnya dengan gue dan dia. Gue dan dia memerlukan banyak teman untuk sekedar bercerita ataupun mendengarkan keluh kesah hidup masing-masing. ' Sahabat ' itu biasa yang gue ucapkan untuk beberapa teman yang benar-benar dekat dengan gue sejak lama. Lain halnya dengan dia, dia selalu menganggap semuanya teman walaupun beberapa teman dia adalah sahabat nya. Gue dekat dengan seorang pria yang bisa dibilang ' Sahabat ', dia ( Sahabat ) adalah teman masa kecil gue. Dimana dia ( Sahabat ) tau semua tentang gue dari kecil sampai sekarang. Sampai akhirnya, mungkin Anggi risih karena waktu gue selalu bersama dengan pria itu. Kesalahan gue adalah gue sama sekali belom pernah ngenalin pria tersebut dengan dia. Gue sama sekali ga ngertiin dia waktu gue bilang lagi bersama dengan pria itu. Gue menganggap, pria itu adalah sahabat gue, suatu saat gue pasti bakalan kenalin dia sama pria tersebut. Tiba-tiba dia berubah dan masalah pun selalu datang bertubi-tubi. Gue yang selalu bilang sedang bersama pria gue anggap sahabat tanpa belom pernah gue kenalin pria tersebut dengan pacar gue, dan dia yang mulai membawa sahabat wanita nya, memperkenalkan wanita tersebut didepan gue. Wanita itu adalah sahabatnya. Sakit.. sakit banget melihat dia antar jemput cewe lain, sedangkan gue dicuekin 4 jam saat ada sahabat wanita nya. Hey yaya open your eyes !!.. tapi cewe itu adalah sahabatnya. Dari situ gue ngerasain posisi dia waktu gue selalu bilang lagi bersama pria yang gue anggap adalah sahabat. Gimana sakitnya dia, gimana cemburunya dia, gimana sedihnya dia waktu gue lagi bersama sahabat pria gue. Oke.. mungkin gue terlalu cemburu saat itu. Mungkin gue benar-benar mulai merasakan bagaimana sakitnya gue kalo sampai kehilangan orang yang gue sayang lagi. Gue pun marah dengan dia, gue marah karena gue mau dia tau kalo gue benar-benar sayang dia.

Sampai akhirnya, setelah masalah itu. Dia benar-benar cuek sama gue. Jarang ngasih kabar. Apalagi telphone gue. Ga pernah sama sekali dia menelphone gue. Itu emang karna kesalahan gue. Bener apa kata dia. Gue ga pantas marah sama sekali. Cewe yang dia bawa waktu itu adalah sahabatnya, sama halnya waktu gue bilang sedang bersama pria yang ga lain adalah sahabat gue sendiri. Gue sangat mempunyai keinginan mengembalikan hubungan yang dulu. Hubungan yang rapuh menjadi bangkit kembali. Gue berusaha sms, ataupun telphone hanya untuk sekedar menanyakan kabar dia. Selama 3 minggu gue kehilangan dia yang dulu, kehilangan sikap dewasa dia, kehilangan pacar yang dulu nya selalu ada buat gue. Selama 3 minggu itu gue benar-benar sangat membutuhkan dia. Bingung harus bercerita sama siapa tentang masalah-masalah yang lagi gue hadapi waktu itu. Gue memutuskan lebih memilih diam dan membuat dia tenang tanpa menceritakan semua masalah-masalah gue sampai hubungan gue dan dia benar-benar kembali seperti semula.

3 minggu lalu. Gue meminta dia untuk mengantar gue ke kosan, karena gue lagi ada tugas yang benar-benar ga bisa gue tinggalkan. Dia memutuskan untuk mengatar gue walaupun awalnya ragu karena satu alasan. Gimana perasaan gue waktu itu? Seneng banget.. Selama 3 minggu gue ga pernah pergi ber2 sama dia karena masalah sebelumnya, akhirnya dia hari ini rela nganterin gue pergi ke kosan. Dijalan seperti remaja-remaja jaman sekarang. Gue memeluk erat dia yang sedang sibuk menyetir motornya agar cepat sampai kosan dan gue pun selesai memberikan tugas kepada salah seorang dosen gue. Sampai dideket kampus dia bertanya " Mau kemana dulu nih yang? " Gue menjawab " Langsung ke kosan aja yang. Aku janjian jam 4 soalnya " . Sampai di Kosan gue dan dia beristirahat sejenak, sambil sekedar mengobrol satu sama lain. Saat itu handphone gue disita sama dia karena bolak balik ada telphone masuk. Telphone itu dari salah satu temen gue. Selama 2 jam handphone gue disita sama dia. Hari itu gue ga hanya janjian sama salah satu temen gue untuk sama-sama memberikan tugas ke dosen, tapi gue juga janjian sama satu orang temen cewe gue lagi. Temen cewe gue yang satu ini sering bolak balik bareng gue ke Kampus karena rumah gue dan rumah temen gue itu ga jauh. Hanya beda 1 perumahan. Kesalahanya adalah, gue janjian sama temen cewe gue ini untuk meminjam buku pria yang tak lain adalah pria yang dulu pernah suka banget sama gue. Oke.. ini adalah kesalahan yang mungkin benar-benar fatal. Sebelumnya gue bbm'an sama temen cewe gue, janjian untuk mengambil buku di depan 7eleven depan kampus gue. Tapi tiba-tiba pria yang dulu suka sama gue itu bbm gue dan memberitahukan tempat dimana kita ber3 akan janjian. Gue dari awal udah mempunyai niat buat mengajak dia yang tak lain adalah pacar gue untuk ikut bertemu dengan 2 orang temen gue. Kali ini gue berusaha merebut handphone gue untuk menjelaskan sebelum dia membaca bbm yang akan dia baca. Tapi terlambat, akhirnya dia membaca sendiri dan salah paham tentang semuanya. Gue ngeliat gimana ekspresi kecewa nya dia saat membaca bbm dari pria tersebut. Gue pun bingung harus menjelaskan apa. Menjelaskan semuanya dengan jujur? Apa dia akan percaya dengan kejujuran gue kali ini? Gue berusaha menjelaskan semuanya walaupun gue udah ngebuat dia kecewa. Berusaha ga nangis, walaupun akhirnya air mata gue jatuh dan ngerasa benar-benar bersalah. Bersalah karena gue udah meminjam buku pria yang jelas-jelas pernah ada dalam masalah hubungan gue sebelumnya. Sambil menjelaskan ke dia dengan air mata yang berusaha gue tahan tapi sama sekali ga bisa berenti walaupun berusaha untuk menahan, gue bbm pria tersebut untuk menjelaskan semuanya dengan dia. Setelah di bbm pria tersebut datang bersama temen cewe gue. Tapi hanya pria tersebut yang menampakan diri di depan dia. Kemana temen cewe gue? Dia lebih memilih menunggu dibawah dan hanya menunjukan petunjuk kamar dan lantai kepada pria tersebut karena dia takut menjadi perusak hubungan gue dengan dia. Pria tersebut memberanikan untuk menampakan diri didepan dia. Dan gue pun mengenalkan pria tersebut dengan dia, itu gue lakuin karena gue ga mau ada salah paham. Gue ga mau dia nyangka kalo gue ada apa-apa sama pria tersebut. Gue pun bbm'an cuma untuk meminjam buku, bukan untuk yang lain. Tapi kenapa masalah jadi runyam? Karena meminjam buku kenapa harus jadi seperti ini? Setelah pria tersebut pamit karena masih ada urusan lagi, gue tetap menjelaskan kepada dia apa kejadian sebenarnya. Tapi Nihil. Dia ga akan pernah percaya sama apa yang sedang gue jelaskan. Akhirnya dia pulang dengan wajah yang benar-benar ngebuat gue cemas. Merasa bersalah? Yaaa.. gue sangat merasa bersalah waktu itu. Gue merasa bersalah kenapa ga dari awal gue ceritain semuanya. Tapi percuma.. semua udah terjadi, semua yang gue jelasin juga ga akan bikin keadaan jadi lebih baik. Malam itu gue cuma mengirimkan 1 pesan yang menanyakan ' Yang. Udah sampe belom? ' . Satu jawaban singkat yang gue terima ' Udah ' .

Berharap dia percaya. Itu yang sebenarnya gue inginkan saat itu. Berharap gue cepat ketemu dia untuk bisa menjelaskan semuanya lagi. Walaupun itu semua adalah hal yang sangat tidak mungkin. Sampai akhirnya, sabtu kemarin. Gue sangat menginginkan untuk ketemu dengan dia. Bertemu untuk menjelaskan semuanya lagi dan berharap keadaaan bisa kembali seperti semula. Gue telphone dia, gue ngerasain sakit yang benar-benar dahsyat. Mendengarkan omongan nya, mendengar dengan jelas bahwa dia sama sekali ga bisa untuk percaya sama gue lagi. Berbicara dengan nada yang omongan yang sangat tinggi dan semua ucapan yang benar-benar pedas, ngebuat gue benar-benar sakit banget mendengarkannya. Akhirnya gue menerima alasannya bahwa dia benar-benar ga bisa ketemu dengan gue saat itu. Selesai menutup telphone gue memutuskan untuk pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk saat gue berusaha menyeimbangkan motor dan menyetir agar bisa selamat sampai rumah. Perasaan yang teriris-iris ketika gue teringat semua ucapannya. Gue memutuskan untuk tidak mengganggu dia dulu sampai dia benar-benar tenang, gue mencoba dan berusaha untuk bisa ngertiin dia.

Hanya satu hari gue ga ngehubungin dia. Ketika gue memberanikan diri untuk sekedar ol fb dan memberanikan diri untuk melihat fb dia, disana gue melihat wall dari seorang wanita. Dia adalah wanita yang pernah juga menjadi masalah dalam hubungan gue dan dia. Marah, emosi, cemburu. Bahkan bukan hanya wall yang gue liat. Terpampang status 'lajang' didalam fb dia. Sedangkan seminggu sebelumnya gue mengubah status hubungan menjadi 'in reletionship' , Ga lama setelah gue membuka fb, gue langsung menelpon dia. Dengan nada yang emosi dan mengatakan semua kejadian yang baru aja gue liat. Terjadi adu mulut satu sama lain. Omongan yang semakin lama semakin berperikebinatangan. Emosi yang semakin lama semakin memuncak. Sampai akhirnya gue menanyakan inti dari semua permasalahan " Kamu mau nya gimana? Mau lanjut, apa hubungan kita sampai sini aja? " Dia hanya bisa menjawab " Ngga tau atau terserah kamu ". Selama kurang lebih 3 jam kita beradu mulut, akhirnya gue memutuskan untuk mengudahi obrolan dan minta ketemu dengan dia siang nya "

Kenapa gue tiba-tiba mengganti itu status hubungan fb yang tadi nya 'single' menjadi 'in reletionship'? Gue pernah bilang jauh sebelumnya. Gue bakalan ganti status itu kalo gue benar-benar udah siap untuk diliat sama semua keluarga besar gue. Gue langsung ganti ketika keluarga gue tau gue punya pacar, bahkan orang tua gue sendiri pun udah mengetahuinya. Hal ini yang dari dulu gue mau. Keluarga gue tau gue udah punya pacar dan ga akan melarang gue lagi. Gue berusaha mendapatkan nilai tinggi uts kemarin. Gue berusaha biar keluarga gue setuju sama hubungan gue dan dia. Dan akhirnya berhasil. Nilai uts gue jauh lebih bagus dari pada uas sebelumnya. Keluarga gue udah no comment saat mereka tau gue udah mempunyai seorang pria yang benar-benar gue sayang. Tapi kenapa disaat yang gue inginkan semuanya terwujud dan disaat gue pengen mengenalkan dia sama semuanya malah seperti ini? Gue bukannya ga mau ngenalin temen-temen gue ke dia ataupun ngenalin dia ke keluarga gue. Karena sebelumnya gue ngerasa belom mampu menunjukan ke semua untuk ngedapetin persetujuan keluarga gue. Gue berusaha agar semua yang gue inginkan terwujud. Hal itu yang belom sempat gue ceritakan sampai sekarang untuk dia. Karena gue benar-benar udah bingung harus menjelaskan apa lagi.

Siang nya gue menelpone dia tapi selalu ga diangkat. Dia ga mau ke kosan, karena tempat itu menjadi tempat kenangan yang pahit setelah kejadian gue minjam buku. Akhirnya gue memutuskan untuk janjian disatu tempat dekat rumah nya. Dia datang lama setelah gue dateng. Kira-kira 2 jam dia baru datang setelah gue udah ada di tempat itu lebih dulu. Setelah dia sampai ditempat. Gue langsung menanykan inti dari semua pembicaraan. Dan berusaha menjelaskan semuanya lagi.. lagi dan lagi.. Hanya ada kata-kata yang menyakitkan yang keluar dari mulut dia. Omongan yang berperikebinatangan yang dia tunjukan buat gue. Kesalahan gue yang mungkin pantas untuk diberikan omongan seperti itu walaupun sebenarnya gue sakit. Sampai akhirnya gue mendengar dari mulutnya sendiri " Gue udah Mati Rasa sama lo, gue udah ga bisa sayang sama lo " . Semua wanita pasti bisa merasakan gimana sakitnya kalo ada diposisi gue saat itu. Gimana sakitnya mempunyai harapan untuk keseriusan hubungan agar menjadi tahap akhir yang indah, tapi kalimat itu yang didengar dengan harapan menjadi tidak indah? Gimana rasa sakitnya berusaha mengembalikan hubungan yang hampir rapuh menjadi berdiri kembali? Gimana sakitnya tidak mampu menjelaskan sebuah keinginan yang awalnya tidak mungkin menjadi sebuah kenyataan? Rasa sakit yang begitu dahsyat dan hanya gue yang bisa merasakan semua itu.

" Hey Yaya.. ini kenyataan ! Anggi benar-benar udah mati rasa sama lo. Terus apa keputusan lo setelah tau semuanya. Apa lo mau mengikuti ego lo, tetap memiliki dia tapi dia udah ga ada sama sekali rasa sayang buat lo? Apa lo lebih memilih melepaskan dia dan membiarkan dia bahagia dengan pilihannya sendiri? " Gue sayang dia. Benar-benar sayang dia. Tapi gue ga pernah mau meminta orang buat tulus menyayangi gue. Ataupun tetap memiliki orang yang jelas-jelas sama sekali udah ga bisa buat sayang sama gue. 13 Juni 2011 tepatnya. Gue memutuskan untuk melepaskan dia dan membiarkan dia bahagia dengan pilihannya. Dimana gue harus benar-benar rela ngeliat dia bahagia bukan dengan gue, tapi bahagia dengan semua keputusannya. Gue berusaha pergi walaupun sangat sakit. Berusaha menjauh dari dia walaupun sebenarnya ga mampu. Selalu merasa ada kehilangan di setiap hari-hari gue tanpa dia. Berusaha membenci mengingat semua perkataannya tapi tak bisa membenci, berusaha menjadi orang muna yang tak mau mempunyai rasa kangen dengannya walaupun kenyataan tak mampu menahan. Hhhmmm.. Gue sayang dia. Rasa sayang gue yang tulus harus bisa merelakan dia. Merelakan dia untuk lebih memilih kebahagiaannya dan yang terbaik untuk nya. Hanya gue dan Tuhan yang tau seberapa besar sayang gue untuknya

Minggu, 06 Maret 2011

Second Anniversary ( Thanks for all the Memories )



Hey sayang.. Kali ini aku bener-bener gambar loh !
Padahal kamu tau sendiri aku paling ga bisa gambar
Hhmm.. Tapi kali ini aku gambar kue ulang tahun buat menandakan kalo kita udah 2 bulan jadian
Kalo aku tanya gini " Yang.. kue nya bagus ga? "
Dengan ekspresi kamu seperti biasanya " Yeee..bagus-bagus "
Padahal aku tau ini ga bagus, cuma kamu emang selalu pengen ngebahagiin aku, apa pun yg jelek di diri aku hampir semuanya bagus dimata kamu..
Semua orang juga tau kalo bentuk kue nya bener-bener ga berbentuk
Karna aku sayang kamu (Gombal dikit boleh dong) makanya aku berusaha buat gambar walaupun jadi nya bener-bener ga bagus untuk dilihat
Andai kue ini bener-bener kue dalam kehidupan nyata, aku tau semua orang pun enggan untuk memakannya..

Happy 2nd Anniversary sayang  !!
Aku sayang kamu ...
Semoga selamanya akan seperti ini ..


Jumat, 04 Maret 2011

Tanda (?)

Gw cuma bisa diem. Cuma bisa mendam dalam hati apa yang sebenarnya gw rasain. Itu semua gw lakuin cuma karna gw sayang lo. Gw ga mau bikin masalah yg ujung-ujung nya cuma ribut..ribut dan ribut yg ada. Gw ga butuh orang yg kaya karna harta orang tua nya. Gw cuma butuh orang yg bener-bener tulus sayang sama gw. Itu yg perlu lo tau..

Kamis, 03 Maret 2011

OH YEAH

oh yeah...
udah berapa lama si pacar memberikan ultimatuma abahwa blog ini harus segera di isi
karena takut disangka gak ada penghuninya.

sebenernya kemaren itu banyak banget hal yang terjadi. dari gw buang aer kecil dan si pacar buang aer besar. dari gw makan dan si pacar juga makan (lebih banyak dari gw). semua kejadian itu gak tertoreh di sini. tapi masih dalam otak masing masintg yang semoga pacar gw juga masih punya hehehe...

yah.. apayah.
kemaren itu gw sempet ngamuk di sms. gw ngomong hal yang sangat berperikebinatangan dan berperikekamarmandian. jahat lah begitu. tapi ternyata salah paham dan maafkan gw yah pacar.

eum.. halo pacar...
makan yang banyak yah.
tapi jangan banyak makan

halo pacar...
anatawadokodeska? yihaaa

Minggu, 27 Februari 2011

Emotional Moment

some of the rather painful burst of words and i really don't like it !

Jumat, 18 Februari 2011

Petualangan Satu Hari

hahaha... kemaren itu lelah yah. panas dan mataharinya pengen ngajak becanda sepanjang jalan. terus pake acara salah jalan segala. itu karena mata gw ditutup sama jin, jadi hasilnya gak nemuin jalan pulang selama kurang lebih dua jam.

dan si pacar. setelah bangga dan bersuka ria mendapatkan buku yang dicarinya (AKU karya Chairil Anwar), mulai menunjukkan arah jalan yang ternyata jalan yang ditunjukkin masih aja salah.. gw takutnya nyasar sampe jawa atau bisa aja nyasar sampe Batam. tapi syukurlah, banyak orang yang bisa ditanya di Indonesia ini. hasilnya, gw dan si pacar bisa sampai tujuan.

kemana tujuan kita?
yah gw dan pacar mau nonton. tapi 4 studio yang disediakan oleh pihak yang bersangkutran gak bikin kita ngiler pengen beli tiketnya dan nonton film-film yang lagi NOW SHOWING. gimana ngilernya? semua film bernuansa mistik, satu filmnya film cinta. gw dan si pacar udah saling menyayangi jadi gak mempanlah film romantis gitu.. iyah apa enggak yang? hihihihihi... kita lebih hebat dari pada film cinta itu :D

karena gak nonton, akhirrnya gw dan si pacar makan karena perut udah laper. gw kasih nama acara makan siang ini dengan judul: Belajar sambil Makan. hahaha...
disitu sambil makan gw nanya-nanya apa arti dan cara baca tulisan kanji yang ada dibungkus sumpit itu
kata si pacar, itu dibaca: Ha shi (sumpit)
dan arti dari Hoka-Hoka Bento adalah: Makanan Ringan
tapi, siangn ini, gw nelpon pacar dan dia ngerubah terjemahan HokBen. katanya ityu artinya makanan berat bukan makanan ringan. itu karena ada nasinya. jadi bisa dibilang makanan  berat..
oke, belajar sambil makan selesai..

gw dan sipacar pergi ke kosannya. dan pulang ke rumah saat jam nunjukin pukulnya. pukul: 9. gw ngebut dan kadang gak ngebut. ngebut lagi dan pelan lagi. begitu seterusnya...
di jalan gw dan si pacar nyanyi-nyanyi
dua artis yang beruntung karena lagunya telah kirta nyanyikan di jalan adalah: Vina Panduwinta dan satu lagi band asal Amerika, The Used. mereka berdua beruntung banget karena lagunya kita nyanyiin sepanjang jalan..
oh thank for the journey even hot. and love yah

Selasa, 15 Februari 2011

Kesalahan Queen

Kali ini gw bener-bener ngerasa salah banget sama tindakan gw. Tindakan yang bener-bener harusnya sama sekali ga gw lakuin. Sesuatu keinginan jauh lebih timbul untuk ngebahagiin King setelah gw melakukan kesalahan ini. Mungkin bener apa yg diomongin King semalem via telphone. Omongan dan cerita gw SAMPAH! Emang bener-bener SAMPAH. Gw cuma bisa nyakitin dia doang dan sama sekali ga bisa ngertiin dia.

Gw bukan cewe perfect. Gw cuma punya modal sayang buat dia. Gw bener-bener ga bisa ngertiin dia, gw udah sering ngecewain dia, dan gw udah egois sama hal-hal bodoh dan cerita-cerita sampah yg gw kasih buat dia.

King maaf... maaf kalo ak belum bener-bener bisa ngebuat kamu bahagia, maaf belum bisa ngebuat kamu bener-bener nyaman deket kamu. Tapi aku janji.. suatu saat bakalan bener-bener bisa ngebuat bahagia dan ngebuat kamu nyaman kalo deket aku. Maaf buat tindakan-tindakan bodoh aku, maaf untuk omongan-omongan sampah aku. Aku  mau kamu tau. Aku bener-bener sayang kamu...